Departemen Manajemen Mendukung Pengembangan UMKM Olahan Talas

45
Ibu-ibu peserta pelatihan pengolahan dan pemasaran talas

Departemen Manajemen Mendukung Pengembangan UMKM Olahan Talas

Departemen Manajemen FEM IPB menaruh perhatian pada pengembangan UMKM di Kota dan Kabupaten Bogor. Salah satunya adalah UMKM olahan talas di Desa Pamoyanan, Bogor Selatan, binaan Rumah Zakat Desa Pamoyanan. Dalam rangka membantu pemasaran produk olahan talas tersebut, Departemen Manajemen memfasilitasi kegiatan promosi yang dikemas dalam satu rangkaian kegiatan Pelatihan Pengolahan Umbi-umbian.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan atas permohonan dari Perkumpulan Sekar Tantri Kabupaten Brebes yang ingin belajar mengenai pengolahan umbi-umbian khususnya talas, sekaligus belajar bagaimana memasarkan produk-produk olahannya. Pelatihan dilaksanakan di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor pada tanggal 5 Maret 2019,  diikuti oleh 50 peserta dari Perkumpulan Sekar Tantri Brebes. Sebagai trainer adalah perwakilan dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Melati dan KUBE Sinergi yang memproduksi aneka olahan talas seperti  kue lapis (cake), keripik, cilok, serta Dosen dari Departemen Manajemen FEM IPB, Dr. Eko Ruddy Cahyadi, S.Hut, MM.

Dr. Eko Ruddy Cahyadi Memberikan Materi Pelatihan

Dr Eko Ruddy Cahyadi memimpin kegiatan pelatihan ini. Beliau menjelaskan tentang cara menggali potensi produk lokal khususnya pertanian, bagaimana mengembangkan  pengolahan dan pemasarannya. Sebagai lesson learned , bagaimana Bogor berhasil mengembangkan produk olahan dari talas menjadi  ikon khas Bogor. Sehingga para wisatawan dari luar Bogor selalu menyempatkan membeli  oleh-oleh khas Bogor ini.

Pengolahan produk-produk pertanian  mempunyai tantangan atas sifatnya yang mudah rusak dan umumnya musiman, sehingga perlu teknologi yang tepat.  IPB juga berperan untuk terus mengembangkan teknologi pengolahan pertanian yang tepat melalui serangkain kegiatan riset dan uji coba. Masyarakat termasuk para UMKM dapat memanfaatkan teknologi dimaksud misalnya untuk melakukan diversifikasi pengolahan produk, memperlama umur simpan, penggunaan pewarna yang aman untuk makanan,  meningkatkan kadar nutrisi, dan sebagainya.

Selanjutnya KUBE Melati dan Sinergi, memberikan pelatihan mengenai cara mengolah talas menjadi berbagai produk olahan seperti Lapis Talas, Keripik Talas dan Cilok. Cara-cara pengolahan dan resep disampaikan melalui bahan tayang. Hasil produk olahan tersebut disajikan sebagai jamuan snack acara pelatihan, sekaligus  peserta dapat membelinya sebagai olah-oleh. Peserta pelatihan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Mereka juga sangat tertarik dengan hasil olahan yang disajikan. Bahkan semua produk yang dijual pada acara tersebut ludes diborong oleh ibu-ibu peserta pelatihan.

Rumah Zakat Desa Pamoyanan sebagai pembina KUBE Melati dan Sinergi berterimakasih atas inisiatif fasilitasi promosi yang dilakukan oleh Departemen Manajemen. Dan berharap kegiatan seperti ini dapat sering dilakukan. Bagi Departemen Manajemen sendiri, kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan kontribusi pengabdian bagi masyarakat khususnya untuk mengembangkan UMKM di Kabupaten Bogor. (NH, 050319)