Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi

0
186

Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi

Pada hari Jumat, 7 Desember 2018 Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) melakukan konsinyasi dalam rangka menghadapi Kurikulum IPB 4.0. Divisi SDMO di bawah naungan Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Institut Pertanian Bogor (IPB). Kegiatan ini merupakan skema pengembangan keilmuan di tingkat divisi, yang merupakan bagian program dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Dr. Ir. Drajat Martianto, M.Sc. Divisi SDMO mengisi kegiatan yaitu dengan membuat video materi perkuliahan. Pada waktu tersebut, anggota dari divisi membuat script yang akan digunakan sebagai naskah dalam video berdurasi sekitar 15 menit tersebut.

Waktu perekaman dilakukan dalam 2 hari, yaitu 7 Desember dan Minggu 9 September 2018. Lokasi pengambilan gambar dan perekaman suara dilakukan di area Salak Tower Hotel dan area Sekolah Bisnis IPB. Director sekaligus pengarah gaya dilakukan oleh Bapak Murhananto (Anto). Beliau alumni IPB angkatan 22. Selain itu juga dibantu oleh sang Kameramen Andhika Fantashena (Munir) yang merupakan alumni dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Sebagai talent (pemeran dalam video), yaitu kelima anggota divisi menyiapkan script masing-masing. Termasuk di dalamnya adalah:

1. Dr. Ir. Anggraini Sukmawati, MM selaku Kepala Divisi SDMO membawakan topik “Pendahuluan dan peran Sumber Daya Manusia (SDM)”.

2. Dra. Siti Rahmawati, M.Pd dengan topik “Perencanaan SDM (Analisis Pekerjaan)”.

3. Dra. Ani Purjayanti, MA dengan topik “Pengadaan SDM (Rekrutmen dan Seleksi)”.

4. Lindawati Kartika, SE, M.Si dengan topik “Manajemen Remunerasi”, dan

5. Andita Sayekti, S.TP, M.Sc dengan topik “Pelatihan dan Pengembangan”.

Kelima kontent tersebut dikemas dalam satu video yang lebih komunikatif, sehingga para mahasiswanya nantinya dapat mengakses melalui Lecture Management System (LMS) di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang memungkinkan mereka mampu mengakses di luar kelas. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi baik dosen dan juga mahasiswa dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Harapannya pola pembelajaran daring seperti ini (blended learning) mampu meningkatkan softskill dan kreativitas mahasiswa supaya lebih adaptif terhadap literasi digital yang saat ini sudah menjadi kebutuhan yang prioritas. Bagi para tenaga pendidik juga bermanfaat untuk semakin meningkatkan kepekaan pemanfaatan perkembangan multimedia yang semakin canggih, sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis kehidupan (life based learning).

Salam Akademia