Menempuh Master di University of Birmingham

0
464

Menempuh Master di University of Birmingham (Ranking 79 di dunia, Top 100 University berdasarkan QS World Rank)

Audia Kalbila Ayu Nuh merupakan mahasiswa Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor dengan NIM H24140090. Mahasiswa angkatan 51 (tahun masuk 2014) yang sekarang sudah lulus pada Mei 2018 ini lahir di Curup, 8 Agustus 1996. Penyelesain tugas akhir dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. H. Musa Hubeis, M. S, Dipl. Ing, DEA serta diuji oleh Drs. Edward H. Siregar, SE, MM dan Nur Hadi Wijaya, S. TP, MM.

Saat ini Kalbil, biasa disapa, sedang melanjutkan studi Masternya di University of Birmingham. Ketika membuat surat rekomendasi sebagai referensi melanjutkan studi master dibantu juga oleh Prof. Dr. Ir. H. Musa Hubeis, M. S, Dipl. Ing, DEA dan Dr Wita Juwita Ermawati, STP, MM. Berikut adalah beberapa tips yang Kalbil berikan bagi rekan-rekan, terutama adik tingkat yang berminat menekuni bidang yang sekarang sedang dijalaninya.

Banyak hal yang harus disiapkan untuk dapat melanjutkan studi di Inggris.

  • Pertama, ikuti Pameran Pendidikan yang selalu diadakan setiap tahun, saya selalu datang ke pameran Pendidikan yang bernama EHEF, hal ini sangat penting sebagai langkah pertama karena akan ada berbagai universitas dari seluruh dunia yang akan membuka booth dan siap memberikan informasi pada dirimu, disini juga aka nada booth berbagai beasiswa dan juga agensi Pendidikan yang akan sangat membantu jika kamu belum tau apapun tentang kuliah di luar negeri.
  • Kedua, tentukan universitas yang potensial menurutmu, beserta jurusannya, cari tau modul apa yang digunakan karena tiap universitas memiliki modul yang berbeda walaupun jurusannya sama. Tidak lupa mencari tau biaya hidup di tiap kota, karena biaya hidup di tiap kota berbeda dan hal ini akan menjadi pertimbangan saat memilih universitas. Baiknya mendaftarkan diri pada lebih dari satu universitas. Dan saya pribadi, inisiatif untuk menghubungi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di tiap kota dan universitas untuk mendapatkan informasi seputar banyak hal.
  • Ketiga, pahami syarat yang diminta oleh universitas, pahami kapan tanggal-tanggal penting untuk intake, karena dalam setahun universitas akan membuka intake dalam beberapa gelombang, siapkan dari jauh hari, karena syarat yang diminta tentu bukan hal yang mudah dan tiap universitas meminta syarat yang berbeda pula. Salah satu yang menurut saya pribadi harus disiapkan adalah IELTS, saya mengikuti IELTS preparation setahun sebelum mendaftarkan diri ke universitas yang saya tuju. Syarat kedua yang lumayan tricky adalah Sponsor Letter, karena syarat satu ini harus diberikan oleh seseorang yang mengetahui kinerjamu dan juga memiliki korelasi dengan jurusan yang kamu inginkan.
  • Keempat, kelilingi dirimu dengan orang-orang yang kamu bisa anggap sebagai support system, dengan memiliki orang yang selalu mendukung, hal ini akan terasa lebih mudah karena orang-orang inilah yang akan selalu mengingatkanmu ketika kamu mungkin akan berada dimana kamu tidak percaya diri dan lelah akan mimpimu.
  • Kelima, komunikasikan dengan civitas akademika kampus yang menurutmu dapat membantumu. Saya pribadi banyak berkomunikasi dengan Prof. Musa Hubeis, beliau memiliki peran yang besar bagi diri saya sehingga saya dapat melanjutkan studi ke Inggris. Beliau membantu saya untuk berdiskusi, memberikan pandangan, dan berbagi pengalaman.
  • Kelima, siapkan semua dari jauh hari, menurut saya pribadi, menyiapkan setahun sebelum pendaftaran adalah sesuatu yang sangat penting dan krusial.

Setelah menyelesaikan studi di S1, tentu pilihan kembali ke diri masing-masing, baik untuk menempuh karir terlebih dahulu atau langsung melanjutkan untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tidak ada yang salah karena kedua pilihan tersebut tentunya akan memberikan pembelajaran dan pengalaman yang berbeda.

Untuk saya pribadi, saya memilih untuk melanjutkan Pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk berada sampai tahap ini tentu bukan hal yang mudah bagi saya, karena saya harus berkejaran dengan waktu untuk memenuhi syarat-syarat yang diminta universitas sambil menyelesaikan skripsi saya agar saya dapat selesai tepat waktu, dan Alhamdulillah saya adalah orang kedua yang lulus di angkatan saya. Ketika saya lelah, saya selalu teringat akan mimpi saya untuk dapat melanjutkan studi saya di Inggris.

Menempuh pendidikan di Inggris bagi banyak orang mungkin terdengar tidak mungkin, tapi saya selalu percaya pada mimpi dan niat yang kuat, tidak lupa disertai oleh usaha yang tentu harus lebih besar. Jangan pernah takut pada ketidak mungkinan, karena dimana ada kemauan disana pasti selalu ada jalan. Alhamdulillah saya diterima di dua universitas terbaik di dunia, yaitu University of Edinburgh (Ranking 16 di dunia) dan University of Birmingham (Ranking 79 di dunia).

Dokumentasi Audia Kalbil ketika di UK.

Sumber: IG @kalbilaudia

Email: kalbilaudia@gmail.com