Tingkatkan Melek Administrasi Keuangan UMKM Lingkar Kampus IPB dengan SIAPIK

78
Sosialisasi dan Pelatihan Penerapan SI APIK

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya adalah usaha mikro dan kecil (UMK) memiliki permasalahan dalam pengelolaan keuangan usahanya. Sebagian besar usaha mikro dan kecil tidak melakukan pencatatan transaksi yang terjadi dalam usahanya, hal ini dikarenakan masih rendahnya pemahaman pelaku usaha mikro dan kecil terhadap manfaat dari laporan keuangan yang dihasilkan dari proses pencatatan transaksi usahanya. Hal ini sesuai dengan hasil survei OJK bahwa tingkat pemahaman dan kemampuan UMKM menyusun sistem administrasi keuangan hanya sekitar 20%. Padahal banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan pencatatan keuangan diantaranya adalah (1) dapat dijadikan pijakan bagi penentuan pengembangan usaha ke depannya, (2) menjadi dasar bagi lembaga keuangan untuk memberikan pembiayaan bagi UMK tersebut, (3) mengetahui kinerja usahanya, (4) dan lainnya. Untuk mengatasi kesulitan UMK dalam penyusunan laporan keuangan yang memenuhi standar akuntansi baku, maka Bank Indonesia (Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen) mengembangkan SIAPIK (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan).

Hal yang sama juga terjadi pada UMK di wilayah lingkar kampus IPB yang sebagian besar adalah binaan LPPM IPB. Untuk membantu UMKM di lingkar kampus IPB maka Departemen Manajemen melakukan pola pembelajaran dalam praktikum beberapa mata kuliah yang diharapkan dapat memberikan problem solving bagi masyarakat. Salah satunya adalah dalam praktikum mata kuliah akuntansi keuangan yang merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa Departemen Manajemen dan interdept bagi mahasiswa FEM, mahasiswa dengan disupervisi oleh dosen pengampu mata kuliah tersebut melakukan proses penyusunan laporan keuangan menggunakan SIAPIK untuk UMKM lingkar kampus IPB. Kegiatan ini dilakukan dari mulai tahun ajaran 2016/2017 pada setiap semester ganjil. Untuk tahun 2019 ini juga masih menggunakan UMKM lingkar kampus IPB karena banyaknya UMKM yang harus dibantu sehingga dibuat bergilir.

Sosialisasi dan Pelatihan Penerapan SI APIK

Tugas mahasiswa adalah menyusun neraca awal UMK, karena hal ini adalah awal dimulainya pencatatan transaksi keuangan. Mahasiswa dibuat berkelompok dengan anggota per kelompok maksimal adalah 4 orang dan bertanggung jawab terhadap satu UMK lingkar kampus IPB. Output dari tugas ini adalah sesuai dengan output dalam SIAPIK yaitu neraca awal dan laporan keuangan bulanan UMK (neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas). Dimana mahasiswa diminta melakukan pengumpulan data dari UMK melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Per kelompok mahasiswa wajib mendatangi UMK dalam satu semester adalah 4-6 kali untuk dapat melakukan pengumpulan data tersebut.

Penulis: Farida Ratna Dewi, S.E, M.M